Aku dan Kampung Halaman
Aku dan Kampung Halaman
Assalamualikum...
Perkenalkan nama saya Isra Rattu Tayani, saya lahir di Tayan pada 10 oktober 2001, umur saya 19 tahun, saya anak bungsu dari dua bersaudara, saya dilahirkan dan dibesarkan di Tayan Hilir kecamatan yang sangat indah dan sejuk saat dilihat, saya tinggal bersama mama, abah, dan abang saya dirumah yang sederhana tapi hangat atas pelukan keluarga. Dirumah ini saya di besarkan, didik dan dibentuk menjadi anak yang selalu berbakti kepada kedua orang tua saya dan selalu mengedepankan sopan santu kepada orang yang lebih tua dan muda. Dan dirumah ini saya diajarkan disiplin serta harus bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.
Perkenalkan ini adalah kampung halamanku yang bernama Tayan Hilir, sebenarnya hanya saya seja menjadi orang Tayan Hilir, kedua orang tua saya dan abang saya adalah orang sanggau, karena tugas abah saya di Tayan Hilir maka lahirlah saya di Tayan Hilir. Ditayan dulu pernah terjadi yang namanya peran yaitu perang "Dayak Madura" tapi karena saya belum lahir jadi saya tidak tahu bagaimana perang itu bisa terjadi, jadi saya hanya tau cerita dari orang tua saya, rumah saya sekarang dekat keraton paku negara tayan dan masjid keraton yaitu masjid darussalam, Tayan sudah semakin maju dengan adanya jembatan tayan ini, itu adalah objek wisata ternama ditayan, setelah jembatan itu jadi semakin banyak tempat wisata ditayan ada pasir panjang, pasir panjang itu terjadi saat musim kemarau saja, kalau musim hujan tidaki ada, ada danau laet dan ada danau belibis. Sekarang dijembatan tayan sudah ada taman jadi semakin banyak wisatawan dari berbagai daerah yang datang.
Dikampung ini saya menghabiskan masa kecil saya dengan bermain bersama teman-teman saya, saya masih ingat zaman kecil saya, dulu saya sering main rumah-rumahan, main tabak, petak umpet kalau didalam bahasa daerah saya itu tapok pipit, main kelereng, berenang dikapuas dan masih banyak. sekarang teman-teman saya sudah besar dan sedang menggali jati dirinya jadi kami jarang bertemu dan berbincang. Sebenanya tempat tinggal saya bukan didekat keraton dulu saya tinggal di rumah dinas sekolah. Dulu pada saat saya masih kecil saya itu sanggat suka menangis itu waktu saya TK saya takut ditinggal karena teman saya sekelas itu hanya 4 cewek itu adalah sahabat saya sampai sekarang, mereka dulu jarang masuk makanya saya sering menangis.
